Dalam rangka memperingati Dies Natalis UNNES ke-52 Rabu (30/03),
diadakan Upacara Dies Natalis di Auditorium Unnes. Rangkaain upacara ini
berisi Laporan Rektor, Sambutan Menristekdikti, dan Orasi ilmiah oleh
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Berikut ini intisari Orasi ilmiah Ibu Sri Mulyani:
Pada
saat ini Indonesia menempati peringkat 113 Dunia dengan berbagai
tantangan, utamanya mengenai Penggunaan dana besar untuk peningkatan
sumber daya yang maksimal. Pada tahun 2017 Unnes memperoleh kucuran dana
yang cukup besar yaitu sebesar 423,6 M.
Banyak sekali tantangan pendidikan Indonesia, misalnya: Buta huruf (10%), jumlah berpendidikan tinggi (10%).
Sebenarnya
pemerintah sudah menggenjot anggaran pendidikan, diamana sepuluh tahun
yang lalu saat Bu Sri Mulyani sebagai menteri anggaran hanya 37 Triliun
dan saat ini telah meningkat menjadi 47 Triliun, meningkat hampir dua kali
lipat.
Saat ini 65% anggaran pendidikan di salurkan
dari pemerintah daerah, oleh karenanya pemanfaatan yang maksimal
tergantung pengelolalan maksimal masing-masing daerah. Melihat banyaknya
isu baik guru yang belum terlatih, kualitas guru dan lain sebagainya.
Pada
negara maju 1 guru mendidik 14 murid, sedangkan di Indonesia 1 guru
masih mendidik 16 murid. Semakin sebanding jumlah pendidik dan yang di
dididik akan semakin efektif pembelajaran di sekolah.
Pemerintah
sebenarnya juga sudah memaksimalkan pendidikan dimulai dari masa dini,
yaitu PAUD. Namun terlepas dari itu peran orang tua juga sangat
penting, di sisi lain peran pemerintah dan pihak sekolah. Sebagaimana Bu
Sri Mulyani mencontohkan dahulu saat pengambilan rapot anaknya ia
selalu hadir dan berdiskusi dengan gurunya, itulah ortu yang seharusnya.
Potret Indonesia tahun 2045:
Jumlah
penduduk 309 juta jiwa dengen 52% pada usia produktif dengan persebaran
75% tinggal di kota dan 85% masyarakat berpenghasilan menengah.
Indonesia menempati peringkat 5 dunia dengan pendapatan perkapita USD
30.000 atau sama dengan pendapatan perkapita negara Inggris pada saat
ini.
Terobosan yang harus kita lakukan yaitu melalui
Teknologi, karena teknologi akan selalu berkembang terus-menerus.
berdasarkan riset, pada tahun 2030 1/3 pekerjaan manusia akan digantikan
oleh robot. Yang berhasil memanfaatkan teknologi akan berhasil,
sebaliknya akan tersingkirkan
Unnes diharapkan dapat
menciptakan guru-guru yang relevan. Guru jangan hanya menjadi mata air,
tapi menjadi pintu gerbang akses pembelajaran internasional.
Sri
Mulyani menguti pesan ayahnya (Prof. Satmoko) " Dalam hal integritas
menjadi orang yang baik bukan hal yang mudah, namun perlu diperjuangkan,
dan Saya ingin menjadi bagian dari itu" Ucap Sri Mulyani. Lanjut " Saya
sangat bangga menjadi anak Bapak Satmoko, Mengimpikan Indonesia yang
lebih baik, dan Saya ingin menjadi bagian dari itu"

No comments:
Post a Comment